Hidangan Legendaris yang Dulu Hanya Bisa Dinikmati Bangsawan

Hidangan Legendaris yang Dulu Hanya Bisa Dinikmati Bangsawan

Hidangan Legendaris yang Dulu Hanya Bisa Dinikmati Bangsawan – Selain keindahan alam, budaya juga memiliki nilai yang sangat penting untuk masyarkat Indonesia. Tumbuh dengan dongeng-dongeng menarik tentang zaman kerajaan yang membuat kita semakin menerka-nerka tentang bagaimana kehidupan zaman dulu.

Beberapa makanan yang dibuat dan hanya boleh dikonsumsi oleh bangsawan saja. Berikut makanan khas Indonesia yang ternyata dulunya adalah makanan ekslusif sang raja. Sudah bukan rahasia lagi, ya jika di Indonesia terdapat berbagai perbedaan strata sosial. Hal ini sudah ada semenjak dulu kala. Salah satunya terdapat perbedaan antara kaum bangsawan serta kaum pribumi biasa.
Apa yang dikenakan, tingkat pendidikan hingga makanan yang dikonsumsi pun berbeda, lho. Bicara tentang makanan yang dikonsumsi, ternyata beberapa IDN Poker777 kuliner populer khas Indonesia yang kini bisa dinikmati beberbagai kalangan ini, dulunya cuma disajikan bagi kaum bangsawan, lho. KIra-kira apa saja kuliner yang dimaksud? Cari tahu sama-sama, yuk!

1. Bistik Galantin
5 Kuliner Legendaris Ini Dulunya Cuma Bisa Dinikmati Kaum Bangsawan

Kuliner yang satu ini memang dipengaruhi dari gaya masakan Eropa. Kuliner khas Solo yang sangat mudah kamu temui dimanapun ini dulunya merupakan masakan favorit para bangsawan khususnya para raja dari Kasunanan Surakarta, lho.

Gak cuma itu aja dahulu kala kuliner satu ini juga kerap disajikan untuk menjamu para tamu raja. Galantin sendiri merupakan makanan yang terbuat dari cincangan daging yang dicampur dengan telur dan juga roti. Kemudian disajikan bersama berbagai kondimen seperti kentang, buncis, wortel, dan telur yang kemudian disiram dengan kuah yang lezat layaknya seperti saat kita makan steak.

Dinamakan bistik karena berasal dari kata serapan ‘beef steak’ , jadi gak heran, jika penampilan bistik galantin layaknya steak yang sering kamu jumpai di pasaran. Meski disajikan dalam porsi kecil, namun menikmati satu porsi bistik galantin sudah sangat mengenyangkan.

2. Coto Makassar
5 Kuliner Legendaris Ini Dulunya Cuma Bisa Dinikmati Kaum Bangsawan

Siapa sangka jika kuliner khas Makassar yang satu ini merupakan makanan favorit para bangsawan? Diperkirakan Coto Makassar sudah ada semenjak Kerajaan Gowa berdiri. Hanya saja, kala itu terdapat perbedaan isian pada menu yang dikonsumsi para bangsawan dengan kaum pribumi.

Bila saat itu kaum bangsawan menyantap Coto Makassar dengan isian daging maka kaum pribumi menyantap dengan isian jeroan seperti jantung, otak, lidah dan lain sebagainya. Hal yang membuat Coto Makassar semakin lezat karena memiliki puluhan rempah yang terkandung di dalamnya.

Namun, kini kuliner yang bisa disantap siapa saja ini sudah dapat dengan mudah ditemui.  Coto Makassar sendiri dihidangkan dalam sebuah mangkok berisi ketupat, buras, daging atau jeroan, siraman kuah kental dan taburan daun bawang.

3. Gudeg Manggar
5 Kuliner Legendaris Ini Dulunya Cuma Bisa Dinikmati Kaum Bangsawan

Bila selama ini kamu sering menemui gudeg yang terbuat dari nangka muda maka lain halnya dengan gudeg manggar yang jadi makanan favorit Putri Pembayun dari Kerajaan Mataram. Oh ya, konon kabarnya kuliner khas Bantul, Yogyakarta ini dulu dianggap sebagai salah satu wujud perlawanan terhadap pemerintah Yogyakarta yang cenderung berpihak pada Belanda kala itu.

Manggar sendiri merupakan bunga dari pohon kelapa. Meski mungkin terdengar aneh bagi kamu, nyatanya kuliner yang sudah bisa dinikmati siapapun dari berbagai kalangan ini memiliki cita rasa yang unik dan pastinya bikin kamu gak sangka kalau bahan dasarnya adalah bunga dari pohon kelapa.

Gudeg manggar sendiri sudah ada semenjak abad ke-16, lho. Untuk penyajiannya sendiri hampir sama, kok seperti gudeg pada umumnya yang dibuat dari nangka muda. Gudeg manggar disajikan bersama dengan telur, sambel goreng krecek, tahu, dan aneka lauk lainnya.

4. Ketan Bintul
5 Kuliner Legendaris Ini Dulunya Cuma Bisa Dinikmati Kaum Bangsawan

Kuliner yang satu ini pasti bakal gampang banget kamu temui di daerah Serang, Banten saat bulan Ramadhan tiba. Pasalnya, makanan favorit sultan Banten ini sudah ada sejak abad ke-16, lho. Dahulu kala, sultan Banten juga menyantap ketan bintul untuk dijadikan hidangan saat berbuka puasa.

Mempunyai tekstur yang lembut dan rasa yang gurih, gak heran bila ketan bintul begitu populer bagi warga Banten. Ketan bintul sendiri terdiri dari dua komponen yakni ketan yang diiris dan juga serundeng kelapa.

Aneka rempah yang terdapat dalam serundeng kelapa menjadikan ketan bintul terasa makin otentik dan nikmat. Bila kamu sedang main ke Serang, jangan lupa untuk mencoba kuliner khas yang dulunya cuma bisa dinikmati kaum bangsawan ini, ya.

5. Bubur Pedas Melayu
5 Kuliner Legendaris Ini Dulunya Cuma Bisa Dinikmati Kaum Bangsawan

Bila ketan bintul merupakan hidangan khas berbuka puasa ala sultan Banten, maka sama halnya dengan Kesultanan Deli. Kesultanan Deli juga punya salah satu makanan khas yang sering dijadikan hidangan untuk berbuka puasa yaitu bubur pedas melayu.

Seperti diketahui, Kesultanan Deli sendiri merupakan salah satu bagian dari Kesultanan Melayu yang berdiri kurang lebih sekitar tahun 1632. Namun, bubur pedas sendiri baru mulai sering dikonsumsi sekitar kurang lebih tahun 1909-an.

Buat kamu yang penasaran bubur pedas Melayu sekilas hampir mirip dengan bubur Manado karena sama-sama berisikan sayuran. Namun bedanya, bubur pedas Melayu berwarna lebih gelap dibanding bubur Manado.

Sekarang kita sudah memasuki abad ke-21, di mana kita hidup di tengah-tengah akses yang tidak terbatas terhadap makanan. Dengan mudahnya akses, kita bisa mendapatkan makanan apa saja dari mana saja dalam jumlah banyak atau sedikit tanpa batasan lokasi dan status sosial. Mungkin sekarang masih banyak di antara kita yang belum pernah mencicipi daging yang dimasak di atas kompor gas atau kompor alumunium di sebuah restoran Michelin.

Anda mungkin masih perlu waktu lama untuk bisa membeli caviar untuk makan malam seminggu sekali. Tapi apa yang pernah terjadi di masa lalu sebenarnya jauh lebih parah dari itu. Di masa lalu, orang-orang kaya atau bangsawan biasanya memiliki beberapa jenis makanan yang hanya bisa disantap oleh mereka. Ada norma sosial bahkan hukum yang mengaturnya.