Haejangguk Sebagai Sup Pereda Mabuk Dalam Kuliner Korea

Haejangguk Sebagai Sup Pereda Mabuk Dalam Kuliner Korea

Haejangguk Sebagai Sup Pereda Mabuk Dalam Kuliner Korea – Haejangguk adalah jenis guk. Pada zaman dahulu, haejangguk dimakan untuk menyadarkan diri dari rasa mabuk akibat minum sul, sehingga dinamakan juga sulguk.

Lama-kelamaan, haejangguk dikenal sebagai hidangan populer di malam hari. Pasca mengonsumsi minuman keras, peminum biasanya akan merasakan mabuk keesokan paginya saat bangun tidur. Mabuk merupakan reaksi sistem imun akibat terlalu banyak meminum alkohol.

Gejala orang mabuk dapat berupa mual, sensitif terhadap cahaya dan suara, rasa haus terus-menerus, sakit kepala, lesu, bahkan diare. Nah, di Korea Selatan, masyarakatnya biasanya melahap semangkok sup Club388 Indonesia guna meredakan rasa mabuk tersebut.

1. Haejangguk berasal dari kata “haejang” dan “guk” yang bermakna sup pereda mabuk
5 Hal Menarik dari Haejangguk, Sup Pereda Mabuk dalam Kuliner Korea 

Secara etimologi, penamaan “haejangguk” berasal dari dua kata. Pertama, kata “haejang” yang bermakna mengobati mabuk dan kedua yakni kata “guk” yang merujuk pada sup. Sesuai namanya, sup ini memang kerap disantap guna meredakan mabuk.

2. Haejangguk memiliki isian berupa daging sapi beserta jeroan, dan dihidangkan selagi hangat
5 Hal Menarik dari Haejangguk, Sup Pereda Mabuk dalam Kuliner Korea 

Haejangguk disantap selagi masih hangat. Isiannya adalah daging sapi beserta jeroan yang dimasak dengan ragam bumbu khas. Sup ini dihidangkan dengan menggunakan mangkok khas Korea bernama ttukbaegi yang memang dikenal bagus dalam menyerap panas dan menjaga suhu hangat pada makanan.

3. Haejangguk terbilang legendaris sebab dikenal sebagai sup pereda mabuk sejak zaman dahulu
5 Hal Menarik dari Haejangguk, Sup Pereda Mabuk dalam Kuliner Korea 

Sup ini terbilang legendaris. Pasalnya, konon, sejak zaman dahulu, sup ini telah digunakan untuk meredakan mabuk saat bangun pasca meminum alkohol. Kendati demikian, zaman sekarang, haejangguk pun kerap disantap sebagai makanan umum terutama saat malam hari atau cuaca dingin.

4. Haejangguk memiliki variasi memasak yang khas berdasarkan daerahnya
5 Hal Menarik dari Haejangguk, Sup Pereda Mabuk dalam Kuliner Korea 

Usut punya usut, sup pereda mabuk ini rupanya mempunyai kreasi memasak yang unik berdasarkan daerahnya. Misalnya, masyarakat Uljin biasanya menambahkan isian berupa irisan cumi-cumi dan menggunakan kuah dingin.

Sedangkan penduduk Seoul lebih umum dengan penggunaan tulang sapi, doenjang, bahkan darah segar. Lain lagi dengan kebiasaan di Jeonju, haejangguk tersebut dilengkapi dengan telur, kecambah, hingga jeotgal.

5. Haejangguk akan semakin sedap dilahap bersama nasi, serta aneka makanan pendamping
5 Hal Menarik dari Haejangguk, Sup Pereda Mabuk dalam Kuliner Korea 

Ttukbaegi alias wadah menyajikan sajian ini biasanya juga digunakan untuk memasak sup pereda mabuk tersebut. Oleh sebab itu, ukuran mangkok khas Korea ini memang terbilang lebih besar dibandingkan mangkok umumnya. Semangkok haejangguk akan semakin sedap dilahap bersama nasi, serta ragam makanan pendamping.

Sup berbahan baku daging sapi ini tampak sangat menggiurkan, ya? Apalagi disantap saat hujan, hangat kuahnya turut menghangatkan badan. Coba deh sesekali kreasikan olahan daging sapi ala kamu menjadi haejangguk.

Indonesian, currently living in Malaysia. Terima kasih sudah membaca tulisan saya. Mari terhubung melalui Facebook (Rahmadila Eka Putri), Instagram (@rahmadilaekaputri), ataupun Twitter (@ladilacious), kritik dan sarannya juga dipersilahkan, lho.