Inilah Bahaya Dari Daging Sapi yang Dimasak Setengah Matang

Inilah Bahaya Dari Daging Sapi yang Dimasak Setengah Matang

Inilah Bahaya Dari Daging Sapi yang Dimasak Setengah Matang – Daging sapi (beef) adalah daging yang diperoleh dari sapi yang biasa dan umum di gunakan untuk keperluan konsumsi makanan. Di setiap daerah, penggunaan daging ini berbeda-beda tergantung dari cara pengolahannya. Sebagai contoh has luar, daging iga dan T-Bone sangat umum digunakan di Eropa dan Amerika Serikat sebagai bahan pembuatan steik sehingga bagian sapi ini sangat banyak diperdagangkan.

Akan tetapi, seperti di Indonesia dan berbagai negara Asia lainnya daging ini banyak digunakan untuk makanan berbumbu dan bersantan seperti sup konro dan rendang. Selain itu ada beberapa bagian daging sapi lain seperti lidah,  hati, hidung, jeroan dan buntut hanya digunakan di berbagai negara tertentu sebagai bahan dasar makanan. Mengonsumsi daging sapi memang sangat umum dan banyak dilakukan oleh orang-orang. Daging sapi biasanya akan dimasak menjadi beragam sajian lezat yang memanjakan lidah.

Tentunya penyajian daging sapi tersebut akan disajikan setelah matang dengan apk poker online idn sempurna. Namun, apa jadinya bila banyak yang mengonsumsi daging sapi yang belum matang sempurna? Salah satunya adalah steak daging sapi medium rare. Kamu harus ekstra memperhatikan kualitas dan pengolahan daging sapi seperti itu.

1. Risiko cacing pita
5 Risiko Mengonsumsi Daging Sapi yang Belum Matang, Bisa Bahaya!

Beberapa jenis daging dan ikan yang tak dimasak hingga matang memang sangat berisiko terdapat cacing pita di dalamnya. Tentunya cacing pita yang terdapat di dalam daging sangat berbahaya bila sampai dikonsumsi. Bahkan, cacing pita dapat bertahan dalam beberapa waktu di tubuh dan menyebabkan beberapa dampak negatif.

2. Risiko salmonellosis
5 Risiko Mengonsumsi Daging Sapi yang Belum Matang, Bisa Bahaya!

Bakteri salmonela juga menjadi salah satu risiko yang mudah dijumpai karena daging sapi yang tidak dimasak sempurna. Sebenarnya bakteri ini tak hanya terdapat pada daging sapi saja, melainkan juga telur setengah matang ataupun beberapa jenis daging-dagingan lain yang tidak matang. Bakteri salmonela dapat menyebabkan peradangan pada usus kecil dan besar.

3. Menimbulkan parasit
5 Risiko Mengonsumsi Daging Sapi yang Belum Matang, Bisa Bahaya!

Mengonsumsi daging sapi yang tak matang sempurna juga berisiko menimbulkan parasit pada tubuh. Parasit tersebut memiliki ragam yang berbeda-beda sekaligus dengan risikonya. Kamu harus ekstra berhati-hati dalam mengonsumsi daging belum matang jika tak ingin menimbulkan parasit pada tubuh.

4. Risiko alergi
5 Risiko Mengonsumsi Daging Sapi yang Belum Matang, Bisa Bahaya!

Pada beberapa orang ternyata juga ditemukan alergi saat makan daging yang tak matang dimasak. Alergi tersebut biasanya ditunjukkan setelah mengonsumsinya. Risikonya bisa berupa gatal, rasa sakit, hingga membutuhkan perawatan lebih jauh.

5. Keracunan makanan
5 Risiko Mengonsumsi Daging Sapi yang Belum Matang, Bisa Bahaya!

Risiko umum dari mengonsumsi daging yang belum matang adalah potensi keracunan makanan. Potensi ini mungkin akan banyak terjadi jika kamu memakan daging yang belum matang sempurna. Jika sudah seperti itu, maka kamu memerlukan perawatan lebih lanjut untuk menghilangkan keracunan.

Meskipun steak medium rare bukanlah menjadi sesuatu yang dilarang, namun pertimbangan kualitas daging, kebersihan, suhu pemasakan, dan aspek lainnya yang membuat steak tersebut aman. Namun, sebaiknya hindari mengonsumsi daging mentah dan masaklah steak hingga matang sempurna.

Daging sapi yang sudah di-trimming atau dihilangkan lemaknya mengandung banyak zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh dan merupakan sumber protein yang sangat baik (mempunyai nilai biologis tinggi, high digestible 94%), sumber omega-3 rantai panjang (DHA, EPA and DPA), lemak tak jenuh, vitamin B12, niasin, vitamin B6, vitamin B5, vitamin D, riboflavin, zat besi (terserap dengan cepat dan baik dibanding zat besi dari pangan nabati), seng, fosforus, selenium, mengandung kadar lemak yang relatif rendah, dan memiliki kadar komposisi kolesterol yang sesuai untuk tubuh.