Beragam Roti Khas Pakistan yang Buat Ketagihan Makan Terus

Beragam Roti Khas Pakistan yang Buat Ketagihan Makan Terus

Beragam Roti Khas Pakistan yang Buat Ketagihan Makan Terus – Roti adalah makanan berbahan dasar utama tepung terigu dan air, yang difermentasikan dengan ragi, tetapi ada juga yang tidak menggunakan ragi. Namun dengan kemajuan teknologi, manusia membuat roti diolah dengan berbagai bahan seperti garam, minyak, mentega, ataupun telur untuk menambahkan kadar  protein di dalamnya sehingga didapat tekstur dan rasa tertentu.

Roti termasuk makanan pokok di banyak negara Barat. Roti adalah bahan dasar pizza dan lapisan luar roti lapis. Roti biasanya dijual dalam bentuk sudah diiris, dan dalam kondisi segar yang dikemas rapi dalam plastik. Dalam beberapa budaya, roti dipandang sangat penting sehingga menjadi bagian ritual keagamaan.

Setiap negara umumnya mempunyai beragam roti yang dapat dijadikan menu sarapan atau sebagai pendamping untuk makanan lain. Salah satunya adalah Pakistan. Negara ini mempunyai beberapa roti yang dapat menjadi inspirasi menu baru yang bisa dibuat di rumah. Sebagian dari mereka juga mempunyai isian yang membuat rasanya makin mantap.

1. Paratha
5 Ragam Roti Khas Pakistan yang Kelezatannya Bikin Gagal Diet

Paratha tak hanya populer di Pakistan, namun juga di India dan Bangladesh. Roti ini mempunyai ciri-ciri bewarna cokelat keemasan, bersisik, dan berlapis. Makanan ini umumnya menjadi hidangan untuk untuk sarapan.

Paratha terbuat dari tepung gandum utuh yang dipanggang dalam ghee. Roti dapat memiliki bentuk bulat, segitiga, persegi, atau heptagonal.

Roti ini juga sering mempunyai isian yang berupa bahan-bahan seperti kentang rebus, kembang kol, bawang putih, jahe, cabai, paneer, atau lobak.

2. Peshwari naan
5 Ragam Roti Khas Pakistan yang Kelezatannya Bikin Gagal Diet

Peshwari naan merupakan roti pipih yang mempunyai isian yang terdiri dari almond, kelapa kering, dan sultana atau kismis. Adonan roti terbuat dari ragi, air, tepung, gula, minyak, dan garam. Untuk isiannya digiling menjadi pasta dan dapat ditambahkan dengan mentega dan sedikit air.

Setelah matang dan mengembang, roti umumnya diberi olesan yang berupa mentega cair atau ghee. Peshwari naan  lalu disantap hangat bersamaan dengan kari, terutama yang pedas.

3. Mitho lolo
5 Ragam Roti Khas Pakistan yang Kelezatannya Bikin Gagal Diet

Mitho lolo merupakan roti pipih tradisional yang terbuat dari campuran tepung terigu, jaggery, biji adas, kapulaga, dan ghee. Adonan ini kemudian digulung dan dipanggang di atas api kecil hingga berubah warna menjadi cokelat keemasan dan selanjutnya diolesi dengan ghee.

Setelah semua proses selesai, roti dapat dihidangkan dengan raita, bhindi goreng, atau acar mangga. Roti pipih ini mempunyai rasa yang manis.

Biasanya mitho lolo dihidangkan pada saat acara-acara khusus.

4. Qatlama
5 Ragam Roti Khas Pakistan yang Kelezatannya Bikin Gagal Diet

Qatlama merupaka roti gurih berbentuk pipih bundar besar yang diberi olesan berupa kombinasi tepung gram, rempah-rempah pilihan, dan rempah-rempah berwarna merah cerah sebelum digoreng.

Adonan ini umumnya dibuat dengan tepung terigu, air, garam, dan minyak. Selanjutnya adonan diregangkan ke dalam piringan datar yang besar sebelum ditutup dengan campuran pedas. Seluruhnya lalu dicelupkan ke dalam minyak panas untuk digoreng hingga enak dan renyah.

Qatlama juga mempunyai topping yang terbuat dari tepung gram, garam masala, mash dal, bubuk cabai, biji ketumbar, biji jintan, biji delima kering, dan pewarna makanan buatan untuk membuatnya makin menggoda.

5. Phitti
5 Ragam Roti Khas Pakistan yang Kelezatannya Bikin Gagal Diet

Phitti merupakan roti yang terbuat dari tepung gandum utuh, sourdough, dan air. Semua bahan lalu dicampur dan dibentuk menjadi adonan. Lalu adonan umumnya digulung menjadi roti bundar tebal yang selanjutnya dipanggang menjadi roti berwarna indah dengan kerak renyah di bagian luar dan tetap lembut di bagian dalamnya.

Phitti biasanya dipanggang dalam wajan besi yang dimasukkan ke dalam bara panas dan abu di perapian. Namun saat ini sering dipanggang dengan oven. Roti ini dapat pula dicampur dengan susu, telur, minyak, atau mentega untuk memperkaya rasa.

Roti adalah makanan olahan tertua di dunia. Bukti dari 30.000 tahun lalu di Eropa memperlihatkan residu tepung di permukaan bebatuan yang digunakan untuk menumbuk makanan. Kemungkinan pada waktu itu tepung sudah mulai diekstraksi dari umbi-umbian, misalnya dari tumbuhan jenis Typha  dan tumbuhan paku. Tepung ini ditebarkan di atas batu yang datar, dibakar dengan api, menjadi flatbread primitif.

Sekitar tahun 10.000 SM, dengan munculnya era neolitikum dan perkembangan pertanian, biji-bijian menjadi bahan utama roti. Bibit ragi belum dikenal, sehingga adonan mengembang secara alami, tanpa banyak campur tangan manusia.