Beragam Kuliner Rujak Enak dari Berbagai Daerah di Bali

Beragam Kuliner Rujak Enak dari Berbagai Daerah di Bali

Beragam Kuliner Rujak Enak dari Berbagai Daerah di Bali – Rujak adalah hidangan salad buah dan sayuran tradisional Indonesia-Jawa, umumnya ditemukan di Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Selain mengacu pada hidangan salad buah ini, istilah rujak juga berarti “campuran” atau “campuran eklektik” dalam bahasa Melayu sehari-hari. Bali terkenal memiliki variasi kuliner yang menarik dan unik. Salah satunya adalah kuliner jenis rujak.

Rujak memiliki rasa khas terutama jika dibalut dengan rasa pedas yang mampu menggoyang lidah penikmatnya. Di Bali sendiri, terdapat banyak jenis rujak yang dijual oleh masyarakat setempat baik untuk rujak yang memang berasal dari Bali maupun dari luar Bali.

1. Rujak batu-batu, kuliner khas Desa Tanjung Benoa
7 Rujak Unik dari Berbagai Daerah di Bali yang Wajib Dicoba

Rujak batu-batu ini merupakan kuliner khas Desa Tanjung Benoa. Rujak yang hanya bisa ditemui di Desa Tanjung Benoa berbahan siput laut yang memiliki ukuran tidak terlalu besar.

Nama batu-batu ini kemungkinan karena bentuknya mirip batu kerikil berwarna hitam dan berwarna putih. Batu-batu yang berwarna putih adalah siput laut lokal yang bisa didapat di laut Desa Tanjung Benoa dimana memiliki rasa yang lebih gurih dan enak dari yang berwarna hitam, namun bersifat musiman.

Sedangkan yang berwarna hitam berasal dari laut di luar Desa Tanjung Benoa, dimana biasanya ada pengepul yang membawakan ke penjual rujak batu-batu. Batu-batu yang berwarna hitam ini bisa didapatkan setiap hari.

Sebelum dijadikan rujak, batu-batu ini direbus terlebih dahulu dengan ditambahkan garam. Setelah matang, biasanya daging siput ini akan terlepas dari cangkangnya. Kemudian batu-batu yang sudah matang ini dicampur dengan kuah cuka untuk menambah rasa gurih rujak batu-batu. Bisa ditambahkan cabai untuk memberikan rasa pedas pada rujak ini.

Rujak batu-batu banyak dijual di warung-warung di Desa Tanjung Benoa. Rujak ini adalah kuliner yang wajib dicoba saat mengunjungi Desa Tanjung Benoa Bali.

2. Rujak bulung boni atau anggur laut
7 Rujak Unik dari Berbagai Daerah di Bali yang Wajib Dicoba

Bulung boni atau green caviar merupakan jenis rumput laut yang banyak dibudidayakan di pesisir laut di Bali seperti di daerah Nusa Penida. Bulung boni ini memiliki bentuk yang sedikit berbeda dengan rumput laut yang biasanya dikonsumsi oleh masyarakat di Bali. Bulung boni sering juga disebut dengan nama anggur laut karena memiliki bentuk seperti anggur yang kecil-kecil berwarna hijau.

Rasa bulung boni ini lebih asin dari jenis rumput laut lainnya namun ia lebih garing atau renyah. Rujak bulung boni ini menggunakan bumbu terasi, cabai, garam dan gula pasir. Terkadang juga ditambahkan dengan kuah rebusan ikan atau yang dikenal dengan sebutan kuah pindang. Sekali coba pasti akan ketagihan dengan rasanya yang gurih dan segar.

3. Rujak juwet, si hitam yang menggoda
7 Rujak Unik dari Berbagai Daerah di Bali yang Wajib Dicoba

Buah juwet merupakan salah satu buah lokal di Bali dimana saat ini sudah mulai susah untuk didapatkan. Juwet atau sering disebut dengan nama buah jamblang atau duwet memiliki warna kehitaman jika sudah matang dan memiliki rasa yang manis bercampur asam.

Di Bali, juwet ini sering dijadikan rujak dengan menggunakan bumbu cocol dari perpaduan terasi, garam, gula pasir dan cabai yang dihaluskan. Untuk mendapatkan rujak juwet ini tidaklah mudah karena buah ini bersifat musiman.

4. Rujak tumbuk yang memiliki proses pembuatan unik
7 Rujak Unik dari Berbagai Daerah di Bali yang Wajib Dicoba

Rujak tumbuk ini merupakan rujak tradisional khas Bandung. Namun di Bali khususnya di daerah Denpasar, Kang Toni seorang perantauan asal Bandung berjualan rujak tumbuk atau juga disebut dengan nama rujak bebek di pinggir jembatan di daerah Pekambingan Denpasar.

Bumbu rujak tumbuk ini mirip dengan kebanyakan rujak lainnya seperti : terasi, garam, gula aren, cabai, pisang kutuk dan ubi. Buahnya menggunakan buah kedondong, mangga, bengkuang dan nanas. Yang unik adalah cara pembuatannya dimana seluruh bahan dan buah ditumbuk dalam sebuah wadah khusus.

Harga perporsi rujak tumbuk ini adalah Rp7 ribu. Saat ini rujak tumbuk Kang Toni ini cukup populer di kalangan pencinta rujak, ini terlihat dari banyaknya pembeli yang rela antre di pinggir jalan saat akan membeli rujak tumbuk ini.

5. Rujak bekul yang mulai langka
7 Rujak Unik dari Berbagai Daerah di Bali yang Wajib Dicoba

Buah bekul atau bidara atau widara (Ziziphus mauritiana) adalah buah lokal Bali yang pohonnya tumbuh di daerah kering. Kendati buah bekul ini bukan termasuk buah musiman, namun saat ini buah bekul sedikit susah untuk didapatkan karena pohon bekul sudah jarang ditemui di kebun warga.

Buah bekul memiliki beragam vitamin yang terkandung di dalamnya seperti vitamin A dan C dan juga mengandung antioksidan yang sangat baik bagi tubuh. Rujak bekul menggunakan bumbu terasi, gula pasir atau gula aren (tergantung selera), garam, cabai yang diulek kemudian dicampur bersama buah bekul. Rasa asam namun segar dari buah bekul akan berpadu dengan rasa manis dari bumbu rujak sehingga mampu membuat orang yang mencobanya ketagihan.

6. Rujak buah boni yang memiliki beragam manfaat herbal
7 Rujak Unik dari Berbagai Daerah di Bali yang Wajib Dicoba

Buah boni atau buni memiliki bentuk seperti buah anggur yang bulat namun kecil-kecil berwarna merah kehitaman. Seperti halnya bekul, boni merupakan buah lokal Bali yang termasuk susah untuk didapatkan karena pohonnya sudah mulai langka. Boni sendiri memiliki beragam manfaat kesehatan.

Jika sudah matang, buah boni akan memiliki rasa manis bercampur asam sehingga banyak yang menjadikannya buah untuk rujak. Rujak boni merupakan salah satu rujak favorit di kalangan pencinta rujak di Bali.

Rujak boni menggunakan bumbu rujak tradisional Bali pada umumnya seperti terasi, cabai, garam, gula pasir atau gula aren yang dihaluskan terlebih dahulu kemudian dicampur dengan buah boni. Rasanya sangat nikmat sehingga menjadikannya salah satu rujak yang wajib dicoba saat di Bali.

7. Rujak serut khas Buleleng dengan kuah cukanya yang gurih
7 Rujak Unik dari Berbagai Daerah di Bali yang Wajib Dicoba

Rujak yang satu ini adalah rujak khas daerah Buleleng atau Singaraja. Rujak ini menggunakan bumbu rujak tradisional pada umumnya seperti terasi, garam, cabai dan gula aren atau gula merah. Untuk buahnya biasanya menggunakan buah pepaya yang masih setengah matang, mangga muda, ubi, bengkuang, nanas, jambu air dan mentimun yang diiris atau diserut melebar.

Untuk kuahnya menggunakan kuah cuka sehingga rasa rujaknya akan memiliki perpaduan rasa manis, pedas dan asam. Rujak serut khas Buleleng saat ini sudah bisa dinikmati tidak hanya di Buleleng atau Singaraja sebagai asal rujak ini namun sudah bisa dinikmati di daerah lainnya.

Bagi penikmat rujak, wajib mencoba rujak-rujak di atas saat berada di Bali. Rujak-rujak ini pada dasarnya memiliki bumbu dasar yang sama namun bisa dipastikan memiliki cita rasa yang berbeda-beda dengan ciri khasnya masing-masing.

Harga kuliner rujak di Bali tidaklah terlalu mahal dan masih sangat terjangkau untuk semua golongan masyarakat. Rujak-rujak tersebut bisa didapatkan di warung-warung rujak baik untuk warung rujak tradisional maupun warung rujak yang sudah modern.

Rujak bisa ditemukan di semua daerah di seluruh Indonesia, dan ada banyak variasi di dalam negeri. Varian rujak yang paling populer adalah rujak buah, yang merupakan campuran irisan buah dan sayuran yang disajikan dengan saus gula aren pedas.

Tidak seperti salad buah pada umumnya, rujak sering digambarkan sebagai salad buah yang tajam dan pedas karena sausnya yang manis dan pedas, yang terbuat dari cabai, gula aren, dan kacang tanah. Rujak juga merupakan makanan jalanan yang populer di Bali.

Rujak Indonesia biasanya dibuat dari bahan-bahan segar terutama buah-buahan dan sayuran. Rojak di Malaysia dan Singapura memiliki pengaruh India yang kuat. Biasanya berisi tahu goreng, telur rebus, jícama parut dan cucur udang (udang goreng).

Rujak biasanya merupakan hidangan vegetarian yang tidak mengandung produk hewani, kecuali balutan manis dan tajam yang mungkin mengandung terasi. Meskipun demikian, beberapa resep mungkin mengandung makanan laut atau daging. Rujak di Malaysia dan Singapura biasanya berisi sotong (sotong), sedangkan resep rujak tertentu di Indonesia mungkin berisi makanan laut atau daging.