Beberapa Hidangan Khas Minang Dengan Bahan Utama Jeroan

Beberapa Hidangan Khas Minang Dengan Bahan Utama Jeroan

Beberapa Hidangan Khas Minang Dengan Bahan Utama Jeroan – Jeroan  adalah bagian-bagian dalam tubuh (hewan) yang sudah dijagal. Biasanya yang disebut jeroan adalah semua bagian kecuali otot dan tulang. Tergantung dari budaya setempat, berbagai bagian jeroan dapat dianggap sebagai sampah atau makanan mahal.

Jeroan yang tidak digunakan secara langsung untuk konsumsi manusia atau binatang diproses lebih lanjut untuk menghasilkan  makanan hewan, pupuk, atau bahan bakar. Jeroan merujuk pada bagian-bagian dalam pada tubuh hewan yang sudah dijagal. Lebih detailnya, bagian-bagian tersebut merupakan semua bagian selain tulang dan otot. Di beberapa negara, memang jeroan tak banyak dikreasikan menjadi makanan.

Namun, di Indonesia terdapat ragam masakan lokal yang berbahan baku jeroan, seperti Daftar IDN Poker77 dalam kuliner Minang. Di bawah ini adalah masakan Minang  dengan aneka jeroan. Jangan remehkan tampilan atau bahannya dulu, ya, karena semua makanan di bawah ini dikenal lezat!

1. Gulai tambunsu
5 Masakan Minang Berbahan Jeroan, Pernah Coba Gulai Banak?

Gulai tambunsu dibuat dari usus sapi atau usus kerbau. Usus tersebut dibersihkan, diisi campuran telur dan tahu yang dilumatkan beserta bumbu, kemudian direbus hingga matang.

Apabila sudah matang, usus tersebut dipotong-potong kecil untuk dimasak menjadi gulai. Gulai tambunsu memiliki cita rasa yang agak pedas. Usut punya usut, hidangan berkuah yang satu ini merupakan khas dari Bukittinggi.

2. Gulai cancang
5 Masakan Minang Berbahan Jeroan, Pernah Coba Gulai Banak?

Gulai cancang termasuk sajian yang kerap dijumpai di rumah makan Padang. Gulai ini berbahan baku berupa campuran potongan kecil daging sapi, tetelan, hingga jeroan.

Cita rasa khas yang disuguhkan oleh gulai cancang sudah dapat ditebak dari warna kuahnya yang cenderung merah dan oranye. Pasalnya, gulai cancang memang bercita rasa pedas.

3. Randang paru
5 Masakan Minang Berbahan Jeroan, Pernah Coba Gulai Banak?

Rendang atau randang dalam bahasa Minang, sudah sangat terkenal di dalam negeri bahkan mancanegara. Rupanya, rendang tak hanya berbahan daging sapi, melainkan dapat pula diolah dari paru sapi.

Randang paru memiliki cita rasa pedas sebagaimana randang pada umumnya. Akan tetapi, teksturnya tentu berbeda. Randang paru memiliki tekstur yang lebih kenyal dibanding daging sapi.

4. Gulai banak
5 Masakan Minang Berbahan Jeroan, Pernah Coba Gulai Banak?

Dalam bahasa Minang, banak berarti otak. Oleh sebab itu, gulai ini disebut gulai banak karena memang menggunakan otak sebagai bahan bakunya. Tepatnya, otak sapi.

Tekstur otak sapi yang lembek namun juga padat tersebut diolah menjadi gulai dengan bumbu rempah yang pekat. Selain itu, gulai banak juga khas dengan penambahan daun mangkokan.

5. Gulai babek
5 Masakan Minang Berbahan Jeroan, Pernah Coba Gulai Banak?

Gulai babek juga dikenal dengan sebutan gulai anduak. Dalam bahasa Indonesia, bagian ini merujuk pada babat sapi dengan ciri permukaan yang kasar seperti handuk.

Sebelum diolah ke dalam masakan, babat akan dibersihkan lalu dipotong-potong kecil. Sebagaimana gulai Minang pada umumnya, gulai babat juga bercita rasa agak pedas dengan paduan tekstur kenyal dari babat.

Masakan Minang yang lezat tak cuma rendang daging sapi saja. Hidangan berbahan jeroan di atas pun dapat kamu jadikan pilihan untuk bersantap sedap, lho.

Beberapa jeroan tidak aman dimakan, misalnya hati beruang kutub mengandung terlalu banyak vitamin A sehingga dapat menjadi racun bagi manusia. Bagian-bagian dalam ikan fugu sangat beracun dan di Jepang hanya boleh dipersiapkan oleh koki terlatih. Banyak jeroan juga mengandung  bakteri atau prion. Selain itu orang yang menderita gout dianjurkan tidak makan jeroan.